KEBERSERAHAN DIRI

DAMAI SEJAHTERA

BLOG INI HANYA UNTUK MANUSIA YANG MENDAMBAKAN PERDAMAIAN DUNIA KHUSUSNYA ANAK-ANAK ABRAHAM AGAR TERCIPTANYA SEBUAH SYSTEM KEHIDUPAN KEBERSERAHAN DIRI, DAMAI DAN SEJAHTERAH

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat/firman (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tiada kita abdi kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah." Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."

Rabu, 21 April 2010

SISTEM YANG MENYERET MERAKA

Suatu ketika selesai pengkajian dari rumah teman, waktu itu kira-kira pukul 01.00 pagi saya pamit kepada tuan rumah izin untuk pulang, karena memang sudah tidak memungkinkan untuk berlama-lama, karena rumah teman letaknya di pinggir jalan dan tak jauh dari halte bis tersebut. ku putuskan pulangnya untuk naik angkot, walupun tuan rumah menawari ku untuk mengatarnya dengan motor, tetapi ku menolaknya dengan alasan takut membuatnya repot. tak berapa lama menunggu di halte bis, datanglah sebuah angkot yang saya harapkan.

dengan sedikit rasa kantuk, ku angkat kakiku menaiki angkot dan duduk tepat di belakang supir, dalam angkot itu ada seorang wanita muda berusia 30 tahun-an dengan dandanan yang sangat molek dan pakain yang sangat menarik perhatian lelaki, dengan rokok di tangan dan mata sedikit merah serta tubuh tampak terlihat letih, dihisapnya rokok dalam-dalam dengan mata sedikit meram-melek seolah-olah terasa butul nikmatnya asap rokok tersebut. mataku menatapnya dengan trawangan yang kosong karena rasa kantuk yang mendalam usai pengkajian tersebut.

Mungkin dengan tatapanku yang kosong ditambah sedikit melamun tanpa tersadar arah wajahku menatap ke perempuan tersebut, karena merasa aku menatapnya kemudian ada respon darinya. lalu ia menegurku (Dengan nada sedikit menggoda), memang pada waktu didalam angkot hanya kami bertiga dengan sopir. lalu berlanjutlah percakapan kami....

Perempuan :" hai..... Kenapa mas??... "

karena sedang melamun, aku tersentak kaget lalu ku jawab
Saya : " Oh.. nga apa-apa".
Perempuan : "ML yu...?? nanti saya service habis , pokonya nga kecewa dech...
Saya : "Oh nga mba??.."
Perempuan : "Jangan panggil saya Mba!!, Panggil aja Lisa... Ayo doong sebelum pagi nich (Katanya)
Saya :" Nga ah Mba..." Jawabku pelan.

Tak berapa lama kemudian, aku berfikir kenapa dia mau melakukan itu?? apakah tidak takut dosa??... dalam hati ku bertanya-tanya. Lalu kuberanikan diri untuk bertanya langsung kepadanya, dari pada su'udzon.(Berperasanga buruk)

Saya :" Maaf mba??.... apakah mba lisa seorang pekerja sek komersial" (PSK) ??? (Tanya saya).
Perempuan : "Iya..." (Jawabnya santai tanpa ada rasa malu sedikitpun))
Saya : "Mba lisa tidak takut berdosa???...."
perempuan ; "kenapa takut??..!!" (Jawabnya).

lalu ku terdiam sejenak, dalam hatiku bertanya-tanya, Kok ada ya ?? orang yang jelas-jelas berbuat dosa dan menyadarinya tetapi ia tidak takut ,.... lalu ku bertanya lagi karena penasara apa motifasinya menjawab pertanyaan ku seperti itu..

Saya : (Dengan nada yang datar dan rendah ku bertanya kepadanya) " Mba lisa tidak takut terkena Aids ??? ....
Perempuan : "Kenapa juga harus takut" Jawabnya mudah..

Lalu ku semakin bingung dan penasaran, pertanyaan-pertanyanku dijawab dengan mudah dan entengnya, seperti seseorang yang tak takut sama sekali denga adzab dari Allah. Ku beranikan bertanya lagi.... Kali ini pertanyanku melalui pendekatan spiritual.

Saya : "Mba seorang yang beragam??"
Perempuan : "Ya .. Islam " jawabnya.
Saya : "Kenapa mba tidak takut sama sekali dengan dosa, padahal diajaran islam itu adalah perbuatan dosa besar (Tanyaku) ?? ... padahal mba sadar bahwa apa yang mba lakukan adalah sebuah pekerjaan yang sangat dilarang Allah..

Lalu dengan sedikit melotot perempuan tersebut menjawabnya dengan lantang.....

Perempuan : " Begini mas.... Kalau saya tidak menjual diri, anak dan ibu saya mau makan apa?? sedang kami hanya hidup bertiga, tidak ada yang mencari nafkah selain saya... Sedangkan para tetangga apa peduli meraka.... Mereka sibuk dengan urusan masing-masing, tidak peduli ketika kami lapar atau sakit.

Saya : " Maaf mba bukan bermaksud saya menyinggung perasaan mba, saya mohon maaf..." (Ucapku untu menenangkan dirinya...)

Kemudian tak berapa lama situasi mulai reda, ku beranikan diri untuk bertanya kembali, karena rasa penasaranku untuk mengetahui psykis perempuan tersebut agar saya benar-benar bisa menjiwai kondisinya..

Saya : "Maaf mba... sekali lagi ma'af...saya hanya ingin mengetahui alasan mba, semoga mba tidak marah kepada saya.... Bukankah ada pekerjaan lain selain pekerjaan ini.???.

Perempuan : Sambil menghisap rokonya ia Menjawab: " Pekerjaan apa lagi mas?? saya cuma lulusan SD, mau kerja apa?? Paling pembantu (Jawabnya), Mana cukup gajinya untuk membayar kontrakan, belum mensekolahkan anak dan menanggung orang tua yang hidup bersama saya, sedangkan suami pergi entah kemana meninggalkan saya berserta anak.

Saya : "Tidak takut kena aids,???.." Tanyaku mengulang pertanyaan diatas.

Perempuan :"Kalau saya kena Aids paling 5 samapi 10 tahun baru saya mati. Tapi bila tidak ada uang, 2 sampai 3 hari anak dan ibu saya mati kelaparan, dan itu pasti mas..." Jawabnya.
"Saya berbuat seperti ini karena untuk bertahan hidup, karena sampai hari ini hanya ini yang menjadi jalan keluarnya mas...!!??", Pemerintah mana mau memperhatikan rakyat kecil seperti saya, tetang-tetangga mana peduli dengan yang lainya, ustad dan pendeta ditempat saya, bisanya hanya mencaci dan memaki saya tanpa memberikan solusi, apakah mas bertanya seperti ini bisa memberikan solusi kepada saya???

Lalu ku terdiam dan duduk tertunduk malu karena tidak bisa menjawab pertanyaanya, tak lama kemudian perempuan tersebut menyetop mobilnya, lalu turun dan masuk gang, hilang bersama gelapnya malam....

Dalam perjalanan pulang, tak henti-hentinya ku berfikir,tentang kejadian tersebut, bahkan sampai hari ini, inilah yang memotifasi perjuangan ku untuk mengembaikan kerajaan Allah (sistem khilafah ) agar anak cucuku bahkan generasi ummat manusia selanjutnya tidak mengalami hal tersebut, karena ku percaya ketika hukum (Din) Islam Tegak hal tersebut pasti tidak terjadi........ Karena Islam Menjadi rahmat bagi semesta alam khususnya manusia hingga mencapai kehidupan salam damai dan sejahterah.


1 komentar:

  1. syalom, brade...
    moga typhus nya dah sembuh ya..
    terus semangat ya..
    tulisannya inspiratif dan bermanfaat

    ,, (^_^) ,,

    BalasHapus