KEBERSERAHAN DIRI

DAMAI SEJAHTERA

BLOG INI HANYA UNTUK MANUSIA YANG MENDAMBAKAN PERDAMAIAN DUNIA KHUSUSNYA ANAK-ANAK ABRAHAM AGAR TERCIPTANYA SEBUAH SYSTEM KEHIDUPAN KEBERSERAHAN DIRI, DAMAI DAN SEJAHTERAH

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat/firman (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tiada kita abdi kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah." Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."

Minggu, 21 Maret 2010

NEGRI BERKAH DAN NEGRI TERKUTUK

Setiap negeri memiliki tanda-tanda yang dapat dikatergorikan sebagai negeri penuh Berkah dan negeri yang penuh Kutuk. Dikatakan Negeri Berkah karena segala apa yang ada di dalamnya akan menghasilkan kebaikan pada komunitas manusia sebagai sentral penciptaan dari alam semesta. Dan dikatakan Negeri Terkutuk karena di dalamnya tidak lain hanyalah akan menghasilkan kehinaan dan kenistaan.

TANDA NEGERI BERKAH:

- Negeri yang mendapatkan kemakmuran di kota dan kemakmuran di ladang.
- Kebaikan datang pada buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
- Bakulmu dan tempat adonanmu terisi manfaat dengan penuh.
- Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.
- Musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.
- Semua bangsa akan takut dan menaruh hormat kepadamu.
- Terbukanya langit untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.
- Engkau akan menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun


TANDA NEGERI TERKUTUK:

- Negeri yang mendapatkan kutukan di kota dan kutukan di ladang.

- Terkutuklah bakulmu dan tempat adonanmu.

- Terkutuklah buah kandunganmu, hasil bumimu, anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.

- Terkutuklah engkau pada waktu masuk dan terkutuklah engkau pada waktu keluar.

- Akan tiba kutuk, huru-hara dan penghajaran ke antaramu dalam segala usaha yang kaukerjakan, sampai engkau punah dan binasa dengan segera karena jahat perbuatanmu.

- Akan datang penyakit sampar kepadamu, sampai dihabiskannya engkau dari tanah, ke manapun engkau pergi untuk mendudukinya.

- Engkau akan dihajar dengan batuk kering, demam, sakit radang, kekeringan, hama dan penyakit; semuanya itu akan memburu engkau sampai engkau binasa.

- Langit di atas kepalamu akan menjadi tembaga dan tanah yang di bawah pun menjadi besi.

- Hujan abu dan debu akan menimpa ke atas negerimu; dari langit akan turun semuanya itu ke atasmu, sampai engkau punah.

- Bumi akan mengeluarkan kandungan yang akan menyusahkanmu hingga kau terusir dari situ.

- Engkau akan terpukul kalah oleh musuhmu. Bersatu jalan engkau akan keluar menyerang mereka, tetapi bertujuh jalan engkau akan lari dari depan mereka.

- Mayatmu akan menjadi makanan segala burung di udara serta binatang-binatang di bumi, dengan tidak ada yang mengganggunya.

- Negerimu akan dihajar dengan berbagai penyakit yang aneh, dengan borok berkepanjangan, dengan kudis dan infeksi, flu dari berbagai binatang, virus aneh mematikan, yang dari padanya engkau tidak dapat sembuh.

- Banyak orang menjadi gila-tak waras, kebutaan norma kemanusiaan melanda dimana-mana, kehilangan akal untuk berfikir normal hingga tak lagi tahu mana yang benar mana yang salah. Maka engkau akan meraba-raba pada waktu tengah hari, seperti seorang buta meraba-raba di dalam gelap; perjalananmu tidak akan beruntung, tetapi engkau selalu diperas dan dirampasi, dengan tidak ada seorang yang datang menolong.

- Engkau akan bertunangan dengan seorang perempuan, tetapi orang lain akan menidurinya. Engkau akan mendirikan rumah, tetapi tidak akan mendiaminya. Engkau akan membuat kebun anggur, tetapi tidak akan mengecap hasilnya. Engkau akan menjadi komunitas pekerja, bukan majikan.

- Lembumu akan disembelih orang di depan matamu, tetapi engkau tidak akan memakan dagingnya. Keledaimu akan dirampas dari depanmu, dan tidak akan dikembalikan kepadamu. Kambing dombamu akan diberikan kepada musuhmu dengan tidak ada orang yang datang menolong engkau. Engkau akan menjadi peternak, tetapi bukan penikmat.

- Anak-anakmu lelaki dan anak-anakmu perempuan akan diserahkan kepada bangsa lain, sedang engkau melihatnya dengan matamu sendiri, dan sehari-harian engkau rindu kepada mereka, dengan tidak dapat berbuat apa-apa. Penduduk negerimu akan berlomba-lomba mencari pekerjaan di luar negerimu karena engkau tak menyediakan ladang untuk bekerja yang cukup bagi mereka. Walau mereka harus menjadi budak dan sasaran penyiksaan majikannya di luar negerimu.

- Suatu bangsa yang tidak kaukenal akan memakan hasil bumimu dan segala hasil jerih payahmu; engkau akan selalu ditindas dan diinjak. Engkau akan menjadi budak diantara orang asing.

- Engkau akan menjadi gila karena apa yang dilihat matamu.

- Kebobrokan moral dan kemunafikan akan mendarah daging pada berbagai sendi kehidupan disebabkan keserakahan mendera, dari mulai strata rakyat jelata hingga kepada para pembesar negerimu.

- Engkau dan pemimpinmu akan berlutut pada sebuah bangsa yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu; di sanalah engkau akan mengabdi kepada sesuatu yang tidak mendatangkan manfaat kepadamu.

- Rakyatmu akan mendapat siksaan dan sindiran dari berbagai bangsa, dengan negeri tetangga yang kecilpun engkau akan dihinakan dan tak mampu melawan.

- Investasi gencar dimana-mana, tetapi sedikit dana yang kembali, sebab korupsi akan menghabiskannya.

- Kebun-kebun anggur akan kaubuat dan kauusahakan, tetapi engkau tidak akan meminum atau menyimpan anggur, sebab ulat akan memakannya, sebab Engkau sendiri yang mencurinya.

- Engkau akan mendapat anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan, tetapi mereka bukan bagi dirimu, sebab mereka akan menjadi tawanan, mereka akan bekerja untuk melunasi hutang yang telah tercipta oleh generasi sebelumnya.

- Agrobisnis dan hasil tambang bumimu akan dikuasai oleh bangsa asing yang telah membeli dari para pembesar negerimu sendiri.

- Orang asing yang ada di tengah-tengahmu akan semakin sombong, terbiasa untuk menindasmu, tetapi engkau tidak bisa bangkit bahkan menjadi semakin hina.

- Bangsa asing akan memberi pinjaman kepadamu, tetapi engkau tidak akan memberi pinjaman kepadanya; ia akan menjadi kepala, tetapi engkau akan menjadi ekor.

- Segala kutuk itu akan datang ke atasmu, memburu engkau dan mencapai engkau, sampai engkau punah, karena engkau telah mendustakan prinsip hidup naturalistik dari Penciptamu.

- Dengan menanggung lapar dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-galanya engkau akan menjadi hamba kepada bangsa yang menjajahmu. Engkau akan dipasung kebebasannya, sampai engkau binasa.

Tanda Negeri mana yang ada pada Negeri kita? Silahkan anda memilahnya. Saya yakin bahwa kita semua tidak menginginkan berada pada Negeri Terkutuk. Jika ya, maka bangsa kita akan tergulung oleh masalah kehidupan yang rumit dan tak terlihat ujung pangkal penyelesaiannya. Kita tidak akan dapat membedakan mana yang benar - mana yang salah, mana yang azasi mana yang perbudakan. Semuanya distandarkan kepada ukuran materialistik pada golongan masing-masing, bukan kepada konsep hidup di bawah satu komando yang pernah dijalankan oleh orang-orang mulia dahulu, tetapi berasal dari kesombongan dan keutamaan individu saja.

Buang kesombongan etnis, kesombongan spiritual historis, jabatan, harta, status sosial, dan perasaan ingin didahulukan. Itu tidak akan berguna dalam merajut sebuah konsep hidup yang dapat membangkitkan negeri. Sadari bahwa keberadaan kita di muka bumi sesungguhnya memiliki tujuan bagi kemanusiaan, bukan karena kebetulan.
Harapan untuk bangkit masih ada di depan mata, jalan menuju kemuliaan masih terbuka lebar. Dimulai dari hal yang sangat sederhana, yaitu mengasah kelembutan sikap kepada sesama, walaupun kepada orang yang memusuhi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar